KENDARI – Fakultas Sosiologi Universitas Mandala Waluya (UMW) mengadakan seminar nasional bertajuk “Transformasi Digital dan Perubahan Sosial di Era Society 5.0: Perspektif Sosiologi Indonesia” pada Senin, 7 April 2026. Acara yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Kampus Utama UMW ini menghadirkan berbagai pembicara terkemuka dari universitas ternama Indonesia, serta melibatkan ratusan peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, dan praktisi sosial.
Seminar tersebut merupakan wujud komitmen Fakultas Sosiologi UMW dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian sosiologi di era digital. Dengan mengundang para ahli sosiologi dan praktisi bidang transformasi digital, universitas ingin memastikan bahwa lulusannya siap menghadapi tantangan kompleksitas sosial di masa depan.
Latar Belakang dan Urgensi Seminar
Transformasi digital telah mengubah lanskap sosial Indonesia secara fundamental. Platform media sosial, aplikasi messaging, dan ekosistem digital lainnya tidak hanya mengubah cara masyarakat berkomunikasi, tetapi juga menciptakan dinamika sosial baru yang belum sepenuhnya dipahami melalui perspektif sosiologi klasik. Fenomena seperti viralitas berita hoaks, pembentukan komunitas online, hingga perubahan identitas sosial di dunia maya menjadi objek kajian yang semakin penting bagi ilmu sosiologi.
Dr. Bambang Suryanto, Dekan Fakultas Sosiologi UMW, menjelaskan bahwa seminar ini dirancang untuk mengisi gap pengetahuan mahasiswa tentang aplikasi teori sosiologi dalam konteks digital. “Mahasiswa sosiologi kami perlu memahami bahwa transformasi digital bukan sekadar perubahan teknologi, melainkan perubahan struktur sosial yang mendalam. Seminar ini menjadi platform pembelajaran yang sangat berharga,” ujarnya saat pembukaan acara pada pukul 08.30 WITA.
Pentingnya seminar ini juga didorong oleh realitas bahwa Program Studi Sosiologi UMW telah menerima akreditasi A dari BAN-PT tahun lalu, menetapkan standar yang lebih tinggi dalam menghadirkan pembelajaran berkelanjutan. Departemen Sosiologi UMW memiliki 23 dosen tetap dan menyelenggarakan program S1, S2, dan S3 dengan fokus pada sosiologi pembangunan, sosiologi budaya, dan sosiologi perkotaan.
Rangkaian Acara dan Pembicara
Seminar nasional dibuka dengan sambutan resmi dari Rektor UMW, Prof. Dr. Ir. Muhammad Hasan, M.Sc. Dalam sambutannya, Rektor Hasan menekankan bahwa UMW sebagai institusi pendidikan tinggi di Kendari berkomitmen untuk menjadi pusat pembelajaran dan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Sulawesi Tenggara.
“Kami bangga bahwa Fakultas Sosiologi UMW dapat menghadirkan seminar tingkat nasional dengan pembicara-pembicara berkualitas. Ini menunjukkan bahwa universitas kita tidak tertinggal dalam mengembangkan pemahaman tentang isu-isu sosial kontemporer,” kata Rektor Hasan dalam pidatonya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi utama yang menampilkan tiga pembicara kunci:
Pertama, Prof. Dr. Siti Nurhaliza Wijaya, M.A., dari Universitas Indonesia, mempresentasikan makalah berjudul “Media Sosial dan Fragmentasi Identitas Sosial di Indonesia”. Dalam presentasinya yang berlangsung selama 90 menit, Prof. Nurhaliza menjelaskan bagaimana algoritma platform media sosial menciptakan filter bubble yang mengakibatkan polarisasi sosial. Dia juga membagikan temuan dari riset longitudinal selama lima tahun yang melibatkan 5.000 responden dari berbagai demografi.
“Yang menarik dari penelitian kami adalah bahwa generasi muda Indonesia tidak hanya konsumen pasif dari konten digital, melainkan juga produser aktif yang menciptakan identitas sosial berlapis. Mereka memiliki identitas offline dan identitas online yang seringkali berbeda, dan hal ini menciptakan kompleksitas baru dalam studi sosiologi,” jelas Prof. Nurhaliza saat menjawab pertanyaan dari peserta.
Kedua, Dr. Rini Handayani, Ph.D., dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, berbicara tentang “Ekonomi Digital dan Perubahan Struktur Kerja: Studi Kasus Gig Economy di Indonesia”. Dr. Handayani menyajikan data empiris tentang pertumbuhan pekerja freelance dan platform-based workers, serta implikasinya terhadap sistem jaminan sosial dan kesejahteraan pekerja.
“Fenomena gig economy bukan hanya tentang fleksibilitas kerja. Ada dimensi sosial yang mendalam di dalamnya, termasuk hilangnya ikatan kerja tradisional, perubahan identitas profesional, dan fragmentasi kelompok pekerja. Sosiolog Indonesia harus memiliki perspektif kritis terhadap fenomena ini,” terang Dr. Handayani.
Ketiga, Dr. Arif Rahman, M.Soc., dari Universitas Diponegoro Semarang, menyampaikan insight tentang “Gerakan Sosial Digital dan Mobilisasi Kolektif di Era Misinformasi”. Dengan menggunakan studi kasus gerakan sosial lingkungan dan aktivisme perempuan di media sosial, Dr. Rahman menunjukkan bagaimana digital menjadi medan baru untuk konflik dan negosiasi sosial.
“Gerakan sosial digital memiliki karakteristik yang berbeda dari gerakan sosial tradisional. Mereka lebih cair, lebih spontan, namun juga rentan terhadap manipulasi dan disinformasi. Tugas sosiolog adalah memahami dinamika ini dengan framework analitis yang tepat,” ungkap Dr. Rahman.
Sesi Webinar dan Diskusi Interaktif
Selain sesi seminar langsung, UMW juga menyelenggarakan tiga sesi webinar yang diadakan pada tanggal 8-9 April 2026. Sesi webinar dirancang untuk memberikan platform diskusi yang lebih mendalam dan memungkinkan partisipasi dari peserta di luar Kendari.
Sesi webinar pertama berfokus pada “Metodologi Penelitian Sosiologi di Era Digital”, dipandu oleh Prof. Dr. Herlina Susilo, M.Phil., dari Universitas Gadjah Mada. Sesi ini membahas tantangan epistemologi dalam penelitian sosiologi ketika objek studi berada di dunia maya, serta teknik-teknik inovatif seperti netnografi dan digital ethnography.
Sesi kedua membahas “Kebijakan Publik dan Regulasi Digital: Perspektif Sosiologi”, dengan narasumber Drs. Budi Hartono, M.Sc., seorang peneliti senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Diskusi ini relevan dengan urgensi pemerintah Indonesia dalam merumuskan kebijakan digital yang responsif terhadap dinamika sosial.
Sesi ketiga menutup rangkaian dengan topik “Studi Kasus Lokal: Transformasi Digital di Sulawesi Tenggara”, dengan melibatkan tokoh akademisi dan praktisi lokal Kendari. Sesi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat bagaimana konsep-konsep yang dibahas dalam seminar dapat diaplikasikan dalam konteks spesifik daerah.
Respons dan Harapan Pimpinan Kampus
Dekan Fakultas Sosiologi Dr. Bambang Suryanto mengungkapkan kepuasan terhadap antusiasme peserta. “Kami menerima lebih dari 450 pendaftaran untuk seminar ini, jauh melebihi target awal kami sebesar 300 peserta. Ini menunjukkan bahwa tema transformasi digital menjadi perhatian serius bagi akademisi sosiologi di Indonesia,” katanya saat memberikan penjelasan lebih lanjut kepada media.
Dr. Suryanto juga menyampaikan rencana tindak lanjut. “Kami akan menerbitkan proceeding dari seminar ini dan berencana mengadakan seminar sejenis setiap tahun dengan tema yang berbeda-beda. Selain itu, kami akan mendorong mahasiswa untuk menulis penelitian yang terinspirasi dari diskusi di seminar ini. Beberapa mahasiswa terbaik akan kami fasilitasi untuk mempublikasikan hasil riset mereka di jurnal-jurnal sosiologi nasional dan internasional,” jelas dia dengan antusias.
Rektor Muhammad Hasan menambahkan komitmen universitas dalam mendukung penelitian dan publikasi. “Universitas Mandala Waluya telah mengalokasikan dana khusus untuk penelitian dosen dan mahasiswa dengan topik yang relevan dengan transformasi digital. Kami juga bernegosiasi dengan beberapa penerbit akademik untuk memberikan akses open access kepada mahasiswa dan dosen kami,” ujar Rektor Hasan.
Dampak dan Relevansi untuk Mahasiswa
Bagi mahasiswa Sosiologi UMW, seminar ini memberikan nilai akademis yang signifikan. Mahasiswa mendapatkan paparan langsung tentang penelitian terkini, metodologi yang inovatif, dan perspektif kritis dari para ahli di bidangnya.
Siti Nurjanah, seorang mahasiswa S2 Sosiologi UMW, mengungkapkan manfaat yang dia peroleh. “Saya sangat terinspirasi oleh presentasi Prof. Nurhaliza tentang identitas sosial di media sosial. Ini memberikan perspektif baru untuk tesis saya yang sedang mengkaji pembentukan komunitas online di kalangan ibu rumah tangga muda di Kendari,” kata Siti seusai sesi diskusi.
Sementara itu, Rudi Hartono, mahasiswa S1 Sosiologi angkatan 2023, menyatakan bahwa seminar ini membuka wawasannya tentang aplikasi praktis ilmu sosiologi. “Saya menyadari bahwa sosiologi bukan hanya teori abstrak, tetapi memiliki relevansi langsung dengan kehidupan sosial sehari-hari, termasuk bagaimana kita berinteraksi di dunia digital,” tutur Rudi dengan antusiasme.
Kolaborasi dan Jaringan Akademik
Seminar ini juga menjadi momen untuk memperkuat kolaborasi antar institusi akademik. Panitia berhasil menjalin kesepakatan kerjasama dengan tiga universitas pembicara utama untuk melakukan penelitian bersama, pertukaran dosen, dan program beasiswa untuk mahasiswa berprestasi.
Dr. Bambang Suryanto mengatakan bahwa kolaborasi ini sangat penting. “Universitas Mandala Waluya sebagai institusi di luar Jawa harus terus memperkuat koneksi dengan universitas-universitas terkemuka lainnya. Melalui kolaborasi ini, kami dapat meningkatkan kualitas penelitian dan pembelajaran, sekaligus membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa kami untuk mengakses sumber daya akademik yang lebih luas,” jelasnya.
Penutup dan Proyeksi ke Depan
Seminar Nasional Transformasi Digital dalam Studi Sosiologi yang diselenggarakan oleh Fakultas Sosiologi Universitas Mandila Waluya pada 7 April 2026 ini menandai komitmen institusi dalam mengembangkan pembelajaran sosiologi yang kontekstual dan relevan dengan perkembangan zaman. Dengan menghadirkan pembicara-pembicara berkualitas dari berbagai universitas ternama, serta melibatkan ratusan peserta dalam diskusi interaktif, UMW telah menciptakan ruang akademik yang dinamis untuk refleksi kritis tentang transformasi sosial di era digital.
Ke depannya, Fakultas Sosiologi UMW berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa dan meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi akademis. Universitas juga akan memperkuat hubungan dengan stakeholder lokal dan nasional untuk memastikan bahwa pembelajaran sosiologi di UMW tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan semangat untuk terus berkembang dan berinovasi, Universitas Mandala Waluya membuktikan bahwa institusi pendidikan di daerah dapat setara dengan universitas-universitas besar di pusat, asalkan memiliki visi yang jelas, komitmen yang kuat, dan dukungan dari semua pihak. Seminar ini adalah bukti nyata dari dedikasi UMW dalam meningkatkan kontribusinya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan sosial di Indonesia.
—
Jumlah Kata: 1.847 kata