KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sosiologi Universitas Mandala Waluya secara resmi meluncurkan program strategis berjudul “Sosiologi Untuk Perubahan” pada Sabtu, 19 April 2026. Inisiatif komprehensif ini dirancang untuk mendekatkan teori sosiologi dengan praktik pemberdayaan masyarakat lokal di Kendari dan sekitarnya.
Acara peluncuran program berlangsung di Gedung Serba Guna Fakultas Sosiologi, Universitas Mandala Waluya, dengan menghadirkan ratusan mahasiswa, dosen, pejabat universitas, dan tokoh masyarakat. Program ini menandai komitmen organisasi mahasiswa dalam mengimplementasikan tri dharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
Latar Belakang dan Visi Program
Melalui berbagai kegiatan akademik dan sosial, mahasiswa Fakultas Sosiologi Universitas Mandala Waluya telah menyadari pentingnya aplikasi ilmu pengetahuan dalam mengatasi permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat Kendari. Kesenjangan antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan realitas lapangan menjadi salah satu pertimbangan utama BEM dalam merancang program ini.
“Kami percaya bahwa sosiologi bukan hanya sekadar ilmu yang dipelajari dalam ruang kelas, tetapi harus menjadi alat perubahan sosial yang nyata. Program ‘Sosiologi Untuk Perubahan’ ini kami ciptakan untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa Fakultas Sosiologi dapat berkontribusi langsung kepada masyarakat,” ujar Hamzah Sutrisno, Ketua BEM Fakultas Sosiologi Universitas Mandala Waluya, dalam sambutannya di depan peserta.
Program ini dibangun atas lima pilar utama, yakni pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan sosial, kesehatan komunitas, pelestarian budaya lokal, dan advokasi hak-hak masyarakat marginal. Setiap pilar dirancang dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai tingkat semester untuk memastikan pembelajaran berkelanjutan dan transferensi pengetahuan antarangkatan.
Komponen dan Mekanisme Operasional
Dalam presentasi detail program, Vice Chairperson BEM, Siti Rahayu, menjelaskan bahwa “Sosiologi Untuk Perubahan” akan dijalankan melalui tiga fase utama selama satu tahun akademik. Fase pertama, yang dimulai dari bulan Mei 2026, fokus pada riset sosial dan mapping kebutuhan komunitas di lima kelurahan pilihan di Kendari.
“Kami telah mengidentifikasi lima kelurahan yang akan menjadi mitra utama kami: Kelurahan Baruga, Kelurahan Wua-wua, Kelurahan Kendari Barat, Kelurahan Mandala, dan Kelurahan Pusat. Setiap kelurahan memiliki karakteristik unik dan tantangan sosial yang berbeda, sehingga memerlukan pendekatan yang disesuaikan,” jelas Siti Rahayu kepada wartawan setelah acara.
Fase kedua, berlangsung dari Juni hingga September 2026, akan melibatkan implementasi program-program spesifik berdasarkan hasil riset fase pertama. Program-program tersebut mencakup pelatihan keterampilan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi keluarga, workshop kesadaran kesehatan reproduksi, program literasi digital untuk ibu rumah tangga, dan dokumentasi praktik-praktik budaya lokal yang terancam punah.
Fase ketiga, dari Oktober hingga Desember 2026, akan berfokus pada evaluasi dampak program dan perumusan rekomendasi kebijakan yang akan dipresentasikan kepada pemerintah daerah dan stakeholder relevan. “Kami ingin memastikan bahwa apa yang kami lakukan tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga memberikan pembelajaran dan solusi berkelanjutan,” tambah Siti.
Dukungan dari Pimpinan Universitas
Keterlibatan aktif pimpinan Universitas Mandala Waluya dalam acara peluncuran menunjukkan serius komitmen institusi terhadap program ini. Dekan Fakultas Sosiologi, Prof. Dr. Bambang Irawan, M.Si., menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif BEM.
“Sebagai institusi pendidikan, tanggung jawab kami tidak hanya menciptakan akademisi yang cerdas, tetapi juga menghasilkan profesional yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Program ‘Sosiologi Untuk Perubahan’ adalah manifestasi nyata dari komitmen tersebut. Saya yakin mahasiswa kami memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujar Prof. Bambang dalam pidatonya.
Dekan juga mengumumkan bahwa Fakultas Sosiologi akan menyediakan dana hibah penelitian dan pengabdian masyarakat senilai Rp150 juta untuk mendukung implementasi program ini. Dana tersebut berasal dari alokasi khusus yang telah disetujui oleh Rektorat dalam rangka memperkuat peran universitas dalam pembangunan komunitas lokal.
“Universitas Mandala Waluya percaya bahwa pendidikan tinggi harus menjadi bagian integral dari solusi atas tantangan sosial yang dihadapi masyarakat. Kami tidak hanya mendukung secara finansial, tetapi juga siap memberikan supervisi akademik dan akses ke sumber daya universitas untuk memastikan kesuksesan program ini,” kata Prof. Bambang lebih lanjut.
Partisipasi Mahasiswa dan Respons Positif
Antusiasme mahasiswa Fakultas Sosiologi terhadap program ini sangat tinggi. Dalam acara peluncuran, lebih dari 400 mahasiswa mendaftar secara langsung untuk menjadi peserta aktif. Pendaftaran juga dibuka secara online melalui platform digital universitas hingga akhir bulan April 2026.
Nisa Widyastuti, seorang mahasiswa semester 5 Fakultas Sosiologi, mengungkapkan motivasinya bergabung dengan program. “Saya masuk sosiologi karena ingin belajar tentang masyarakat dan cara mengubah kehidupan mereka menjadi lebih baik. Program ini adalah kesempatan sempurna untuk mewujudkan impian tersebut. Saya berharap dapat berkontribusi nyata pada komunitas sambil memperdalam pemahaman saya tentang teori sosiologi,” katanya.
Sementara itu, Arief Pratama, mahasiswa tingkat akhir yang akan menjadi koordinator pelaksanaan program di lapangan, menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dari berbagai angkatan. “Dengan melibatkan mahasiswa dari semester 2 hingga 8, kami menciptakan ekosistem pembelajaran yang dinamis. Mahasiswa junior akan belajar dari senior, dan senior akan mendapat kesempatan untuk menimba pengalaman praktik langsung yang akan mempersiapkan mereka untuk menjadi profesional yang kompeten,” jelasnya.
Kemitraan dengan Organisasi Lokal
Program “Sosiologi Untuk Perubahan” juga telah menjalin kemitraan strategis dengan berbagai organisasi masyarakat sipil, kelompok usaha mikro, dan lembaga pemerintah di Kendari. Kemitraan ini dirancang untuk memastikan relevansi program dan keberlanjutan dampaknya setelah program berakhir.
Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, Drs. Hadi Wisnubroto, yang hadir dalam acara peluncuran, menyatakan dukungan penuh dari pemerintah daerah. “Kami melihat program ini sebagai bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Universitas Mandala Waluya, melalui BEM Fakultas Sosiologi, telah menunjukkan inisiatif yang sangat positif dan sesuai dengan prioritas pembangunan Kota Kendari,” ujar Hadi Wisnubroto.
Selain itu, lima kelompok usaha mikro dan koperasi yang berlokasi di area implementasi program juga berkomitmen untuk terlibat aktif. Mereka akan menjadi mitra dalam berbagi pengalaman praktik pemberdayaan ekonomi dan memberikan akses kepada mahasiswa untuk melihat langsung bagaimana ekonomi komunitas beroperasi.
Dampak yang Diharapkan
Secara spesifik, program ini menargetkan dampak kuantitatif dan kualitatif yang terukur. Dalam aspek kuantitatif, diharapkan minimal 500 anggota masyarakat dari lima kelurahan target akan mendapat manfaat langsung melalui program pelatihan dan pemberdayaan. Untuk aspek kualitatif, program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak-hak sosial mereka, memperkuat kapasitas kolektif komunitas, dan mendokumentasikan praktik-praktik terbaik pemberdayaan yang dapat dijadikan referensi bagi komunitas lain di Kendari.
“Kami juga menargetkan bahwa dari kegiatan riset dan pengabdian ini akan lahir minimal 10 publikasi ilmiah yang dapat berkontribusi pada pengembangan keilmuan sosiologi di Indonesia. Ini adalah cara kami untuk memastikan bahwa pengalaman praktis di lapangan juga dikomunikasikan ke komunitas akademik yang lebih luas,” ungkap Ketua BEM Hamzah Sutrisno.
Peran Strategis BEM dan Organisasi Mahasiswa
Peluncuran program “Sosiologi Untuk Perubahan” menandai evolusi signifikan dalam peran BEM dan organisasi mahasiswa di Universitas Mandali Waluya. Tidak lagi hanya fokus pada kegiatan intramural dan acara-acara sosial rutin, BEM Fakultas Sosiologi kini mengembangkan program-program strategis yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan dan perubahan sosial.
Menurut Direktur Kemahasiswaan Universitas Mandala Waluya, Dr. Eka Purnama, S.H., M.A., perkembangan ini mencerminkan kematangan organisasi mahasiswa dalam memahami peran mereka di institusi pendidikan tinggi. “BEM Fakultas Sosiologi telah menunjukkan visi yang jelas dan strategi yang matang dalam merancang program ini. Ini adalah contoh bagus bagaimana organisasi mahasiswa dapat menjadi motor perubahan sosial di kampus dan komunitas sekitarnya,” kata Eka Purnama.
Tantangan dan Strategi Mitigasi
Meski antusiasme tinggi, BEM juga mengakui berbagai tantangan yang mungkin dihadapi selama implementasi. Tantangan tersebut mencakup keterbatasan sumber daya finansial, fluktuasi partisipasi mahasiswa, dinamika sosial-politik lokal, dan hambatan dalam mengukur dampak jangka panjang.
Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, BEM telah menyiapkan beberapa strategi, antara lain: diversifikasi sumber pendanaan melalui penggalangan dana dari alumni dan sektor swasta, sistem koordinasi terstruktur untuk memastikan partisipasi berkelanjutan, pendekatan sosiologis yang sensitif terhadap konteks lokal, dan rancangan evaluasi yang komprehensif dan adaptif.
Penutup dan Harapan ke Depan
Program “Sosiologi Untuk Perubahan” merepresentasikan langkah maju yang signifikan bagi Fakultas Sosiologi dan Universitas Mandala Waluya dalam mewujudkan misi pengabdian masyarakat. Dengan melibatkan ratusan mahasiswa, dukungan pimpinan universitas, dan kemitraan strategis dengan berbagai stakeholder, program ini memiliki potensi besar untuk menciptakan dampak sosial yang bermakna bagi komunitas Kendari.
Seiring dengan peluncuran program ini, Universitas Mandala Waluya mengundang seluruh elemen masyarakat, pemerintah, sektor swasta, dan organisasi sipil untuk bergabung dalam perjalanan menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, program “Sosiologi Untuk Perubahan” diharapkan akan menjadi katalis perubahan sosial yang positif di Kendari.
Sebagaimana dinyatakan oleh Ketua BEM Hamzah Sutrisno dalam kesempatan peluncuran program, “Ini baru permulaan. Kami yakin bahwa dengan dedikasi, kerja keras, dan dukungan semua pihak, program ini akan tumbuh menjadi gerakan sosial yang bermakna. Sosiologi bukan hanya tentang memahami masyarakat, tetapi tentang berkomitmen untuk mengubahnya menjadi lebih baik.”
[END OF ARTICLE – Total words: 1,847]