KENDARI – Universitas Mandala Waluya kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan mahasiswa berprestasi tingkat nasional. Kali ini, pencapaian gemilang datang dari Fakultas Sosiologi dengan meraih juara pertama dalam Kompetisi Penelitian Sosial Mahasiswa Indonesia (KPSMI) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Jakarta, pada 15 April 2026 lalu.
Tim peneliti yang terdiri dari tiga mahasiswa tingkat akhir Fakultas Sosiologi Universitas Mandala Waluya berhasil mengalahkan ratusan peserta dari berbagai universitas ternama se-Indonesia. Prestasi luar biasa ini bukan sekadar trofi, melainkan bukti nyata dedikasi akademis dan kontribusi nyata terhadap pemahaman isu-isu sosial yang relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
Tim juara yang terdiri dari Siti Nurhaliza (21, mahasiswa semester 8 Program Studi Sosiologi), Arjun Prasetya (22, mahasiswa semester 8), dan Dinda Kusuma Wardani (21, mahasiswa semester 7) mempersembahkan penelitian berjudul “Strategi Adaptasi Petani Milenial dalam Menghadapi Perubahan Iklim: Studi Kasus di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.” Penelitian ini mengangkat tema yang sangat kontekstual dan relevan dengan situasi geografis Sulawesi Tenggara yang dikenal sebagai daerah pertanian dengan tantangan iklim yang semakin kompleks.
Latar Belakang Penelitian yang Mendalam
Penelitian yang dilakukan selama delapan bulan ini berangkat dari perhatian mendalam terhadap fenomena sosial yang terjadi di sekitar kampus Universitas Mandala Waluya yang berlokasi di Kendari. Menurut Siti Nurhaliza, ide awal penelitian ini muncul ketika mereka mengamati transformasi kehidupan petani muda yang beralih ke pertanian modern, sekaligus mencoba mempertahankan nilai-nilai tradisional.
“Kami ingin menunjukkan bahwa petani milenial bukan hanya objek pasif dalam perubahan iklim, tetapi mereka adalah agen aktif yang memiliki strategi cerdas untuk beradaptasi,” ujar Siti Nurhaliza dalam wawancara eksklusif di Kantor Dekan Fakultas Sosiologi Universitas Mandala Waluya, Senin (17 April 2026).
Tim peneliti melakukan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan 45 petani milenial di dua kecamatan di Kabupaten Konawe Selatan, observasi partisipatif, serta focus group discussion dengan berbagai stakeholder termasuk penyuluh pertanian, akademisi, dan pemerintah daerah. Pendekatan metodologi kualitatif ini dipilih dengan cermat untuk memastikan penangkapan nuansa kompleks dari pengalaman hidup para responden.
“Data yang kami kumpulkan sangat kaya dan memberikan insight yang jarang terlihat dalam literatur akademis mainstream,” tambah Arjun Prasetya, yang bertanggung jawab atas analisis data penelitian. Dia menjelaskan bahwa proses analisis data dilakukan secara iteratif dengan konsultasi reguler kepada dosen pembimbing untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan.
Temuan Penelitian yang Inovatif
Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani milenial di Konawe Selatan telah mengembangkan tiga strategi adaptasi utama dalam menghadapi perubahan iklim. Pertama, diversifikasi usaha tani yang menggabungkan pertanian konvensional dengan usaha sampingan di sektor digital dan jasa. Kedua, adopsi teknologi pertanian modern seperti penggunaan sensor kelembaban tanah dan sistem irigasi berbasis aplikasi mobile. Ketiga, pembentukan kelompok tani berbasis komunitas yang berfungsi sebagai mekanisme pembelajaran dan berbagi pengetahuan lokal.
Dinda Kusuma Wardani, yang memimpin penulisan laporan penelitian, menekankan bahwa temuan ini memiliki implikasi praktis yang signifikan bagi kebijakan pembangunan pertanian di Indonesia.
“Penelitian kami menunjukkan bahwa pemberdayaan petani milenial harus melibatkan mereka sebagai mitra dalam pengembangan strategi adaptasi, bukan sekadar target penerima program pemerintah,” jelas Dinda dengan antusiasme yang tinggi.
Pengakuan dari Pimpinan Kampus
Pencapaian luar biasa ini mendapat respons positif dari jajaran kepemimpinan Universitas Mandala Waluya. Dekan Fakultas Sosiologi, Dr. Hendra Wijaya, M.Si., mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi tim mahasiswa tersebut.
“Ini adalah hasil dari ekosistem akademik yang kami bangun di Fakultas Sosiologi, di mana mahasiswa didorong untuk tidak hanya menguasai teori, tetapi juga melakukan riset yang bermakna dan terkoneksi dengan realitas sosial masyarakat. Tim ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa Universitas Mandala Waluya mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Dr. Hendra Wijaya dalam konferensi pers yang diadakan di Gedung Rektorat pada Senin pagi.
Lebih lanjut, Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Bambang Sutrisno, M.Sc., memberikan apresiasi khusus dan mengumumkan bahwa Universitas Mandala Waluya akan memberikan beasiswa penuh untuk melanjutkan studi lanjut tim peneliti ke jenjang magister, sesuai dengan minat mereka masing-masing.
“Pencapaian ini bukan hanya milik ketiga mahasiswa itu, tetapi juga milik dosen pembimbing, Fakultas Sosiologi, dan seluruh Universitas Mandila Waluya. Kami berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan penelitian berkualitas tinggi yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkap Prof. Bambang Sutrisno dengan penuh keyakinan.
Dosen pembimbing penelitian, Dr. Sunaryo, M.Soc.Sc., yang merupakan spesialis dalam bidang sosiologi perdesaan dan pembangunan, juga memberikan komentar tentang perjalanan bimbingan penelitian ini.
“Saya sangat terkesan dengan dedikasi, ketekunan, dan integritas akademis ketiga mahasiswa ini. Mereka telah menunjukkan bahwa penelitian berkualitas tidak memerlukan fasilitas mewah, tetapi membutuhkan kejelasan pertanyaan penelitian, metodologi yang solid, dan komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Dr. Sunaryo saat diminta komentar khusus tentang pencapaian timnya.
Dampak dan Implikasi Lebih Luas
Prestasi ini memiliki dampak signifikan tidak hanya bagi Universitas Mandala Waluya, tetapi juga bagi komunitas akademis dan masyarakat luas. Pertama, dari sisi akademis, penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi dan akan dipresentasikan di berbagai forum akademis nasional dan internasional. Hal ini memperkuat posisi Universitas Mandala Waluya sebagai institusi penelitian yang serius dan kontribusif.
Kedua, dari sisi kebijakan, hasil penelitian ini telah menarik perhatian Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara. Kepala Dinas Pertanian Sulawesi Tenggara, Ir. Bambang Setiawan, telah mengajukan proposal kepada Tim Peneliti untuk melakukan pendalaman lanjutan yang dapat menginformasikan pengembangan program peningkatan kapasitas petani milenial di seluruh Provinsi Sulawesi Tenggara.
Ketiga, dari sisi pengembangan karir, pencapaian ini membuka peluang bagi ketiga mahasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang magister dengan fokus penelitian yang lebih mendalam. Siti Nurhaliza berencana melanjutkan ke Program Magister Sosiologi Universitas Indonesia, sementara Arjun Prasetya tertarik pada Program Magister Pembangunan Sosial di Universitas Gadjah Mada, dan Dinda merencanakan melanjutkan ke Program Magister Antropologi Sosial di Universitas Airlangga.
Keempat, prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswa lainnya di Fakultas Sosiologi Universitas Mandala Waluya. Kepala Program Studi Sosiologi, Dr. Sinta Maharani, M.A., mengungkapkan bahwa sejak pengumuman hasil kompetisi, minat mahasiswa untuk mengikuti penelitian dan mengikuti kompetisi akademik lainnya meningkat drastis.
“Kami sudah menerima puluhan pertanyaan dari mahasiswa tahun pertama dan kedua tentang bagaimana cara mengikuti kompetisi serupa. Ini adalah efek inspiratif yang sangat positif dari pencapaian tim ini,” ujar Dr. Sinta Maharani dengan antusias.
Penutup
Prestasi Siti Nurhaliza, Arjun Prasetya, dan Dinda Kusuma Wardani menjadi landmark penting bagi Universitas Mandala Waluya dan khususnya Fakultas Sosiologi dalam perjalanannya menuju menjadi institusi pendidikan tinggi yang diakui secara nasional dan internasional. Pencapaian ini membuktikan bahwa lokasi kampus di daerah, meskipun jauh dari pusat-pusat penelitian besar, bukan halangan untuk menghasilkan penelitian berkualitas tinggi yang relevan dan bermanfaat.
Ke depan, diharapkan bahwa prestasi ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas penelitian di Universitas Mandala Waluya secara keseluruhan, serta memperkuat komitmen institusi dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten dalam aspek akademis, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan kontribusi nyata terhadap pembangunan masyarakat Indonesia.
Sebagai penutup, Rektor Prof. Dr. Bambang Sutrisno menegaskan visi universitas: “Universitas Mandala Waluya tidak hanya menjadi tempat mentransfer pengetahuan, tetapi menjadi pusat produksi pengetahuan yang bermakna bagi pembangunan berkelanjutan Indonesia. Prestasi mahasiswa kami hari ini adalah cerminan dari visi tersebut.”
Dengan prestasi ini, dunia akademik Indonesia dapat membaca sinyal jelas bahwa di Kendari, Sulawesi Tenggara, terdapat institusi pendidikan tinggi yang serius mengembangkan potensi mahasiswanya untuk menjadi peneliti muda yang berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Word Count: 1.847 kata