KENDARI – Universitas Mandala Waluya, khususnya Fakultas Sosiologi, mencatat pencapaian signifikan dalam dunia penelitian akademik. Melalui kolaborasi intensif antara dosen dan mahasiswa, institusi pendidikan di kota Kendari ini telah meluncurkan sebuah penelitian inovatif yang bertajuk “Dampak Transformasi Digital terhadap Struktur Sosial Komunitas Lokal di Era Pasca-Pandemi: Studi Kasus Kelurahan Abeli, Kendari.” Peluncuran resmi penelitian ini dilakukan pada Rabu, 03 April 2026, di Aula Fakultas Sosiologi dengan menghadirkan berbagai stakeholder, akademisi, dan anggota masyarakat.
Penelitian yang melibatkan lebih dari 35 mahasiswa dari berbagai angkatan ini merupakan manifestasi komitmen Universitas Mandala Waluya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan konteks sosial lokal. Dengan fokus pada kelurahan Abeli, salah satu daerah berkembang di Kendari, penelitian ini mengkaji secara mendalam bagaimana teknologi digital telah mengubah struktur sosial, pola interaksi, hingga ekonomi lokal masyarakat.
Latar Belakang dan Motivasi Penelitian
Gagasan penelitian ini berasal dari pengamatan akademis yang dilakukan oleh Dr. Bambang Suryanto, S.Sos., M.Si., Ketua Program Studi Sosiologi Fakultas Sosiologi Universitas Mandala Waluya. Menurut catatan observasinya selama mengajar selama dua dekade, transformasi digital yang terjadi di Indonesia, termasuk Sulawesi Tenggara, belum banyak dikaji secara komprehensif dari perspektif sosiologis.
“Kami melihat bahwa ada celah riset yang cukup besar. Sementara banyak penelitian tentang transformasi digital di perkotaan besar, pemahaman kami tentang dampak fenomena ini di tingkat komunitas lokal, terutama di daerah seperti Kendari, masih sangat terbatas,” ungkap Dr. Bambang Suryanto dalam wawancara eksklusif dengan redaksi, Selasa (02 April 2026).
Lebih lanjut, Dr. Bambang menjelaskan bahwa penelitian ini didorong oleh kekhawatiran akademis mengenai kesenjangan digital dan bagaimana teknologi dapat menjadi alat untuk pemberdayaan atau justru sebaliknya, penciptaan disparitas sosial yang lebih dalam. “Kami ingin memahami secara holistik bagaimana media sosial, aplikasi perdagangan digital, dan teknologi komunikasi lainnya telah mengubah cara masyarakat Abeli berinteraksi, berbisnis, dan membentuk identitas sosial mereka,” tambahnya.
Metode Penelitian yang Komprehensif
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods yang menggabungkan teknik kualitatif dan kuantitatif. Tim peneliti, yang dipimpin langsung oleh Dr. Bambang Suryanto bersama dengan Dr. Siti Nurhaliza, S.Sos., M.Sc. (dosen bidang sosiologi digital), telah merancang metodologi penelitian yang melibatkan survei terhadap 500 kepala keluarga, focus group discussion (FGD) dengan 12 kelompok masyarakat berbeda, serta wawancara mendalam dengan 45 informan kunci.
Mahasiswa yang terlibat dalam penelitian ini berasal dari tingkat 2 hingga tingkat 4 Program Studi Sosiologi. Mereka telah melalui serangkaian pelatihan metodologi penelitian yang intensif selama semester genap tahun akademik 2025/2026. Pelatihan tersebut mencakup teknik pengumpulan data, analisis data menggunakan software NVIVO dan SPSS, serta etika penelitian sosial.
“Keterlibatan mahasiswa bukan sekadar sebagai peneliti junior, tetapi sebagai mitra intelektual yang setara. Mereka ditugaskan tanggung jawab spesifik, mulai dari desain instrumen, pengumpulan data lapangan, hingga analisis dan interpretasi data,” jelas Dr. Siti Nurhaliza, dalam kesempatan yang sama.
Salah satu mahasiswa tingkat 4 yang menjadi koordinator lapangan, Rahmawati Pratama (23 tahun), mengungkapkan pengalamannya yang bermakna dalam proses penelitian. “Awalnya, saya hanya berpikir penelitian adalah tentang angka dan statistik. Namun, melalui penelitian ini, saya belajar bahwa di balik setiap data ada cerita nyata dari masyarakat. Misalnya, saya bertemu dengan seorang ibu rumah tangga yang belajar berjualan melalui media sosial dan kini bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Itu adalah dampak nyata dari transformasi digital yang kami teliti,” cerita Rahmawati dengan antusias.
Temuan Awal dan Inovasi Penelitian
Meskipun penelitian masih dalam tahap awal, beberapa temuan preliminary telah menunjukkan hasil yang menarik. Data awal menunjukkan bahwa 67% dari responden di Kelurahan Abeli aktif menggunakan media sosial, dengan penetrasi internet mencapai 73%. Namun, demografi penggunaan menunjukkan disparitas signifikan antara kelompok usia muda (18-35 tahun) dan kelompok usia lebih tua (di atas 50 tahun).
“Yang menarik adalah bahwa teknologi digital tidak hanya mengubah cara berbisnis, tetapi juga menciptakan dinamika sosial baru. Kami menemukan fenomena ‘digital gatekeepers’ – individu-individu muda yang menjadi perantara utama dalam mengakses informasi dan layanan digital untuk seluruh keluarga mereka. Ini adalah peran sosial yang sebelumnya tidak ada,” ujar Dr. Siti Nurhaliza, yang menjadi peneliti kunci dalam analisis data sosial.
Inovasi terbesar dalam penelitian ini adalah pengembangan framework “Social Digital Transformation Index” (SDTI), sebuah alat ukur yang dirancang khusus untuk mengukur tingkat transformasi digital di tingkat komunitas lokal. Framework ini menggabungkan elemen-elemen sosiologis tradisional dengan indikator-indikator digital kontemporer.
“SDTI ini bisa menjadi tools yang dapat direplikasi di komunitas-komunitas lokal lain di Indonesia. Kami berharap penelitian kami tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu sosiologi, tetapi juga memberikan panduan praktis bagi pemerintah lokal dan organisasi masyarakat dalam merencanakan program-program pemberdayaan digital yang inklusif,” jelas Dr. Bambang Suryanto dengan optimisme.
Dukungan Institusional dan Pendanaan
Penelitian ini didukung sepenuhnya oleh Universitas Mandala Waluya melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (BP2) universitas. Dana penelitian sebesar Rp 185 juta dialokasikan untuk keseluruhan proyek yang direncanakan akan berjalan hingga Desember 2026.
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. H. Djamaluddin Syarif, S.E., M.Ec., menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif penelitian ini. “Penelitian seperti ini mencerminkan visi universitas kami untuk menjadi institusi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga berkontribusi aktif dalam memecahkan masalah sosial konkret di masyarakat. Kendari adalah kampus kami, dan masyarakat Kendari adalah bagian dari tanggung jawab akademik kami,” kata Prof. Dr. Djamaluddin dalam sambutan pembukaan peluncuran penelitian.
Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengembangan, Dr. H. Muh. Fachri Bahri, S.T., M.T., menambahkan bahwa universitas akan terus mendorong lebih banyak penelitian yang bernuansa lokal namun berkontribusi pada skala nasional. “Kami ingin Universitas Mandala Waluya dikenal bukan hanya sebagai penyedia pendidikan tinggi, tetapi sebagai pusat penelitian yang memberdayakan komunitas lokal,” tambahnya.
Relevansi dan Dampak Potensial
Penelitian ini memiliki relevansi yang sangat tinggi mengingat konteks Indonesia yang sedang mengalami transformasi digital yang masif. Survei terbaru menunjukkan bahwa penetrasi internet di Indonesia telah mencapai lebih dari 77%, namun distribusinya tidak merata di seluruh nusantara. Daerah-daerah lokal seperti Kendari mengalami dinamika unik dalam mengadopsi teknologi digital.
“Memahami bagaimana komunitas lokal beradaptasi dengan transformasi digital adalah kunci untuk menciptakan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Dr. Bambang Suryanto.
Dari perspektif akademik, penelitian ini diharapkan menghasilkan minimal tiga publikasi ilmiah di jurnal-jurnal terakreditasi nasional dan internasional. Selain itu, tim peneliti juga berencana mengadakan seminar nasional pada akhir tahun 2026 untuk mendiseminasikan temuan-temuan mereka kepada akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan.
Penutup
Peluncuran penelitian inovatif “Dampak Transformasi Digital terhadap Struktur Sosial Komunitas Lokal di Era Pasca-Pandemi” oleh Fakultas Sosiologi Universitas Mandala Waluya menandai komitmen institusi terhadap pengembangan penelitian yang relevan dan berdampak sosial. Melalui kolaborasi sinergis antara dosen dan mahasiswa, penelitian ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kontribusi ilmiah yang berharga, tetapi juga memberikan wawasan praktis bagi pengembangan komunitas lokal Kendari.
Ke depannya, penelitian ini direncanakan akan menjadi bagian dari program penelitian berkelanjutan yang melibatkan berbagai kelurahan di Kendari, menciptakan ekosistem penelitian yang kuat di tingkat lokal. Dengan dukungan penuh dari universitas dan antusiasme tinggi dari mahasiswa dan dosen, penelitian ini berpotensi menjadi landmark dalam pengembangan penelitian sosiologi di Sulawesi Tenggara.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan peluncuran resmi penelitian pada 03 April 2026 di Aula Fakultas Sosiologi Universitas Mandala Waluya, Kendari.