Kendari – Universitas Mandala Waluya, khususnya Fakultas Sosiologi, kembali membuktikan eksistensinya di panggung kompetisi akademik tingkat nasional dan internasional. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, minimal lima mahasiswa dari fakultas ini telah meraih prestasi gemilang yang mengharumkan nama kampus dan Sulawesi Tenggara di kancah pendidikan tinggi Indonesia dan dunia.
Pencapaian terbaru yang paling membanggakan datang ketika mahasiswa tingkat akhir, Fitra Herdian Rahman, berhasil meraih juara pertama dalam ajang National Sociology Case Study Competition (NSCC) 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pendidik Sosiologi Indonesia (APSI) di Jakarta pada 8-10 April lalu. Kompetisi ini melibatkan lebih dari 120 tim mahasiswa dari universitas-universitas terkemuka di seluruh Indonesia, menjadikan kemenangan Fitra sebagai pencapaian luar biasa bagi Universitas Mandala Waluya.
“Saya masih belum percaya bahwa tim kami bisa memenangkan kompetisi sekelas NSCC ini. Pesaingnya sangat berat, dari universitas-universitas top di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta,” ungkap Fitra Herdian Rahman saat ditemui di Kantor Dekan Fakultas Sosiologi Universitas Mandala Waluya, Senin (11/4/2026). Mahasiswa yang berasal dari Kota Kendari ini menambahkan bahwa kemenangan tersebut adalah hasil kerja keras seluruh tim selama enam bulan persiapan.
Fitra berhasil mengalahkan kompetitor dengan menghadirkan analisis sosial mendalam mengenai “Resiliensi Komunitas Pesisir Terhadap Perubahan Iklim: Studi Kasus di Kepulauan Sulawesi Tenggara.” Penelitian yang didasarkan pada observasi lapangan langsung di beberapa pulau di Sulawesi Tenggara ini menunjukkan bagaimana masyarakat lokal telah mengembangkan strategi adaptasi tradisional yang sangat efektif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim modern.
Tidak berhenti di situ, prestasi akademik mahasiswa Fakultas Sosiologi Universitas Mandala Waluya terus berdatangan. Tiga minggu sebelumnya, seorang mahasiswa lainnya bernama Siti Nurhaliza Putri berhasil meraih penghargaan Best Young Researcher dalam International Forum on Social Studies (IFSS) 2026 yang digelar secara hybrid dari Singapura pada 18-20 Maret. Nurhaliza memenangkan penghargaan tersebut atas penelitiannya tentang “Digital Exclusion Among Elderly Population in Southeast Asia: A Multi-Country Analysis.”
Siti Nurhaliza Putri, yang saat ini menjalani program pertukaran akademik di National University of Singapore, menyatakan kebanggaannya menerima penghargaan internasional ini. “Penelitian saya fokus pada bagaimana kelompok lansia di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mengalami kesenjangan digital yang signifikan. Hasilnya sangat relevan untuk kebijakan publik,” jelas Nurhaliza melalui sambungan video call dengan media lokal Kendari.
Sebelum pencapaian Fitra dan Nurhaliza, dua mahasiswa lainnya dari Fakultas Sosiologi Universitas Mandala Waluya juga turut menorehkan prestasi membanggakan. Muhammad Rizki Pratama dan Dwi Wahyuningtyas berhasil menjadi finalis dalam Asian Student Sociology Symposium (ASSS) 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand pada bulan Februari lalu. Meskipun tidak menjadi juara utama, kedua mahasiswa ini berhasil memasuki 10 besar dari lebih dari 200 peserta yang berasal dari 15 negara di Asia.
Prestasi berkelanjutan ini bukan kebetulan semata. Di balik kesuksesan mahasiswa-mahasiswa berbakat tersebut, terdapat ekosistem akademik yang kuat dan sistem pembinaan yang terstruktur di Fakultas Sosiologi Universitas Mandala Waluya. Dosen-dosen fakultas secara konsisten memberikan bimbingan intensif kepada mahasiswa yang menunjukkan potensi akademik tinggi.
Dekan Fakultas Sosiologi, Dr. Hj. Rina Margaretta Situmorang, M.Si., mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi-prestasi ini. “Mahasiswa-mahasiswa kami telah membuktikan bahwa Universitas Mandala Waluya dan Kendari bukan hanya sekadar peserta dalam kompetisi, tetapi mampu bersaing setara dengan universitas-universitas elite di Indonesia dan Asia Tenggara. Prestasi ini adalah hasil dari dedikasi mahasiswa, dukungan dosen pembimbing, dan komitmen fakultas untuk membangun budaya riset dan akademik yang unggul,” kata Dr. Rina dalam pernyataan resminya kepada media, Senin pagi (11/4/2026).
Lebih lanjut, Dr. Rina menjelaskan bahwa Fakultas Sosiologi telah mengimplementasikan berbagai program unggulan untuk meningkatkan kualitas penelitian dan analisis sosial mahasiswa. Program-program tersebut mencakup research club yang aktif, mentoring dari dosen senior, akses ke jurnal internasional, serta kesempatan presentasi di forum akademik nasional dan internasional.
“Kami percaya bahwa sosiologi bukan hanya disiplin ilmu teoretis, melainkan harus mampu memberikan kontribusi nyata untuk pemecahan masalah-masalah sosial di masyarakat. Oleh karena itu, kami mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian lapangan yang mendalam dan menghasilkan analisis yang dapat diimplementasikan,” tambah Dr. Rina Margaretta Situmorang.
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Bambang Sutrisno, M.Pd., juga memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian ini. “Prestasi mahasiswa Fakultas Sosiologi menunjukkan bahwa visi universitas kami untuk menjadi institusi pendidikan tinggi berkualitas dunia bukanlah mimpi kosong, tetapi dapat diwujudkan melalui kerja keras dan inovasi berkelanjutan. Kami akan terus mendukung dan memfasilitasi mahasiswa-mahasiswa berbakat untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi lagi,” ujar Prof. Bambang melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi.
Dampak positif dari prestasi-prestasi ini terasa langsung di berbagai aspek kehidupan kampus. Pertama, meningkatnya visibilitas dan reputasi Universitas Mandala Waluya di tingkat nasional dan internasional. Universitas yang didirikan pada 1989 ini kini semakin dikenal sebagai institusi yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas tinggi dengan kemampuan riset yang kompetitif.
Kedua, prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa-mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan mengembangkan potensi akademik mereka. Menurut Ketua Himpunan Mahasiswa Sosiologi, Ahmad Hidayat, mahasiswa-mahasiswa junior sudah mulai antusias mengikuti research club dan mentoring programs yang ditawarkan oleh fakultas.
“Melihat teman-teman senior kami sukses di kompetisi tingkat nasional dan internasional, kami jadi termotivasi untuk belajar lebih giat dan ikut serta dalam kegiatan penelitian. Kami ingin terus membawa nama Universitas Mandala Waluya ke level yang lebih tinggi,” ujar Ahmad Hidayat, mahasiswa semester enam Fakultas Sosiologi.
Ketiga, prestasi ini membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas dengan institusi pendidikan lain di dalam dan luar negeri. Sudah ada beberapa universitas ternama yang menunjukkan minat untuk menjalin kerja sama penelitian dengan Fakultas Sosiologi Universitas Mandala Waluya pasca-prestasi-prestasi ini.
Dr. Heri Wijaya, S.Sos., M.Si., dosen pembimbing Fitra Herdian Rahman, menerangkan bahwa perjalanan menuju kemenangan NSCC tidaklah mudah. “Kami mulai intensif mempersiapkan Fitra dan timnya sejak enam bulan sebelumnya. Proses riset lapangan dilakukan di tiga pulau berbeda dengan kondisi geografis dan sosial yang berbeda-beda. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan berbagai pendekatan sosiologi kontemporer. Hasilnya adalah sebuah karya ilmiah yang tidak hanya teoritis tetapi juga praktis dan dapat diaplikasikan dalam kebijakan publik,” jelas Dr. Heri Wijaya dalam wawancara eksklusif.
Perspektif internasional dari prestasi ini juga penting untuk diperhatikan. Keikutsertaan mahasiswa-mahasiswa Universitas Mandala Waluya dalam forum-forum akademik internasional membuka wawasan mereka tentang perkembangan ilmu sosiologi di tingkat global. Mereka dapat belajar langsung dari para ahli sosiologi terkemuka dari berbagai negara dan memahami isu-isu sosial yang bersifat global namun relevan dengan konteks lokal Indonesia dan Sulawesi Tenggara.
Siti Nurhaliza Putri, misalnya, selama mengikuti IFSS 2026, bertemu langsung dengan professor-professor sosiologi dari Universitas Stanford, Universitas Cambridge, dan National University of Singapore. “Interaksi dengan para ahli internasional memberikan perspektif baru tentang bagaimana penelitian sosiologi dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan inklusi sosial di era digital. Pengalaman ini sangat berharga untuk pengembangan karir akademik saya ke depannya,” ujar Nurhaliza.
Ke depannya, Fakultas Sosiologi Universitas Mandala Waluya berencana untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan pengajaran. Program-program unggulan akan dikembangkan lebih lanjut dengan melibatkan kolaborasi internasional yang lebih intensif. Universitas juga akan meningkatkan dukungan dana untuk mahasiswa yang ingin mengikuti kompetisi akademik dan melakukan riset lapangan di berbagai daerah.
“Target kami adalah pada tahun 2028, Fakultas Sosiologi Universitas Mandala Waluya akan memiliki minimal 10 mahasiswa yang meraih prestasi di tingkat nasional dan internasional setiap tahunnya. Kami juga ingin meningkatkan publikasi penelitian mahasiswa di jurnal-jurnal internasional terindeks,” ungkap Dr. Rina Margaretta Situmorang, menjelaskan roadmap pengembangan fakultas lima tahun ke depan.
Prestasi mahasiswa Fakultas Sosiologi Universitas Mandala Waluya ini juga menjadi pesan penting bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. Pesan tersebut adalah bahwa lokasi geografis kampus yang berada di luar Jawa bukanlah hambatan untuk menghasilkan mahasiswa-mahasiswa berprestasi tinggi. Dengan dedikasi, bimbingan yang tepat, dan akses terhadap sumber daya akademik yang memadai, mahasiswa dari mana pun dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional.
Sebagai kesimpulan, pencapaian-pencapaian spektakuler ini menandai era baru bagi Universitas Mandala Waluya. Universitas tidak lagi dipandang sebagai institusi pendidikan lokal semata, melainkan sebagai perguruan tinggi yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas internasional. Mahasiswa-mahasiswa seperti Fitra, Nurhaliza, Rizki, dan Dwi telah membuktikan bahwa keunggulan akademik tidak mengenal batas geografis.
Ke depannya, adalah harapan bahwa prestasi-prestasi ini akan menjadi awal dari serangkaian pencapaian gemilang yang akan terus ditorehkan oleh mahasiswa-mahasiswa Universitas Mandala Waluya. Dengan dukungan yang terus ditingkatkan dari universitas, komitmen dosen-dosen dalam membimbing mahasiswa, dan semangat mahasiswa untuk terus berprestasi, Universitas Mandala Waluya siap menjadi universitas unggulan tidak hanya di Kendari dan Sulawesi Tenggara, tetapi juga di tingkat nasional dan internasional.
(Penulis: Tim Humas Universitas Mandala Waluya)
—
Kata kunci: Universitas Mandala Waluya, Fakultas Sosiologi, mahasiswa berprestasi, kompetisi nasional, kompetisi internasional, Kendari, 2026