KENDARI – Universitas Mandala Waluya, khususnya Fakultas Sosiologi, mencatatkan prestasi gemilang pada Sabtu, 13 April 2026. Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) secara resmi mengumumkan peningkatan status akreditasi program studi dari peringkat B menjadi A. Pencapaian ini menjadi hasil konkret dari upaya berkelanjutan institusi dalam meningkatkan standar mutu pendidikan selama tiga tahun terakhir.
Keputusan akreditasi A diberikan kepada tiga program studi yang berada di bawah Fakultas Sosiologi, yakni Sosiologi, Ilmu Administrasi Negara, dan Kesejahteraan Sosial. Masing-masing program memenuhi kriteria ketat dalam delapan standar akreditasi, mulai dari standar visi-misi hingga manajemen institusi. Pencapaian ini menempatkan Universitas Mandila Waluya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Sulawesi Tenggara dalam kategori akreditasi A.
Perjalanan Menuju Akreditasi A
Perolehan akreditasi A bukanlah kebetulan. Sejak 2023, Universitas Mandala Waluya, di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Bambang Sutrisno, S.H., M.Hum., menjalankan roadmap peningkatan mutu akademik yang komprehensif dan terukur. Program peningkatan mutu ini melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga pihak eksternal.
“Kami memahami bahwa akreditasi bukan hanya sekadar sertifikat, melainkan komitmen nyata untuk memberikan pendidikan berkualitas kepada mahasiswa kami,” ujar Prof. Dr. Bambang Sutrisno dalam konferensi pers yang digelar di Aula Utama Kampus Kendari, Jumat pagi (12 April 2026).
Dekan Fakultas Sosiologi, Dr. Hamzah Abdurrahman, M.A., menambahkan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari kerja keras kolektif seluruh civitas akademika. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi mendalam terhadap setiap aspek akademik, dari kurikulum hingga penelitian dosen.
“Kami tidak pernah berhenti berinovasi. Dalam tiga tahun ini, kami telah memperbaharui kurikulum sebanyak dua kali, meningkatkan publikasi ilmiah dosen dari rata-rata dua artikel per dosen per tahun menjadi empat artikel, dan memperkuat kemitraan dengan berbagai institusi lokal dan internasional,” jelas Dr. Hamzah dalam wawancara eksklusif dengan wartawan kampus pada Minggu (13 April 2026).
Standar Akreditasi yang Dipenuhi
Untuk mencapai akreditasi A, Universitas Mandala Waluya harus memenuhi delapan standar akreditasi yang ketat. Pertama, standar visi, misi, tujuan, dan strategi. Fakultas Sosiologi telah merevisi visi dan misinya agar lebih selaras dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan sosial masyarakat Kendari dan sekitarnya.
Kedua, standar tata kelola, kepemimpinan, sistem manajemen, dan akuntabilitas. Universitas telah menerapkan sistem manajemen berbasis teknologi informasi yang memungkinkan transparansi dalam setiap keputusan akademik dan administratif. Platform e-learning universitas, yang diluncurkan tahun 2024, telah meningkatkan efektivitas pembelajaran blended learning hingga 85 persen.
Ketiga, standar mahasiswa dan lulusan. Universitas Mandala Waluya telah menetapkan target keterlacakan lulusan yang ketat. Data terbaru menunjukkan bahwa 92 persen lulusan Fakultas Sosiologi dapat bekerja dalam waktu kurang dari enam bulan setelah lulus. Banyak lulusan diterima di instansi pemerintah, lembaga sosial, dan perusahaan swasta terkemuka di tingkat nasional.
Keempat, standar sumber daya manusia. Universitas telah meningkatkan persentase dosen dengan gelar doktor dari 45 persen menjadi 72 persen dalam tiga tahun terakhir. Program beasiswa doctoral dan penelitian juga ditingkatkan untuk mendorong dosen melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Kelima, standar sarana dan prasarana. Investasi besar telah dilakukan untuk memperbaharui fasilitas fisik kampus. Tahun lalu, Universitas menginvestasikan 15 miliar rupiah untuk membangun perpustakaan digital, laboratorium sosiologi modern, dan ruang belajar inovatif yang mendukung pembelajaran abad ke-21.
Keenam, standar pembiayaan, pengelolaan dana, dan sumber pendapatan. Universitas telah mengembangkan model pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel, termasuk audit eksternal independen setiap tahunnya.
Ketujuh, standar pendidikan, kurikulum, dan pembelajaran. Kurikulum Fakultas Sosiologi telah disesuaikan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) level 6 dan 7 untuk program sarjana dan magister. Integrasi pembelajaran berbasis proyek dan community-based learning menjadi keunggulan kurikulum baru.
Kedelapan, standar penelitian dan publikasi ilmiah. Data menunjukkan bahwa publikasi dosen di jurnal nasional terakreditasi dan internasional meningkat drastis. Tahun 2025 saja, dosen Fakultas Sosiologi mempublikasikan 34 artikel di jurnal terakreditasi dan 8 artikel di jurnal internasional bereputasi.
Peran Strategis Ketua Program Studi
Kesuksesan akreditasi A juga didukung oleh komitmen ketua-ketua program studi. Dr. Siti Nur Aini, M.Sc., Ketua Program Studi Sosiologi, mengungkapkan bahwa tim program studinya telah mempersiapkan diri dengan matang untuk visitasi akreditasi.
“Kami membentuk tim akreditasi internal yang bekerja selama enam bulan mengumpulkan data, menyusun laporan, dan melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan. Setiap dosen diminta untuk melengkapi data penelitian, pengabdian, dan pembelajaran mereka,” ungkap Dr. Siti Nur Aini saat ditemui di kantornya pada Senin (14 April 2026).
Sementara itu, Dr. Syaiful Ridho, M.S., Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Negara, menekankan pentingnya relevansi lulusan dengan kebutuhan industri. “Kami telah menjalin kerjasama dengan berbagai kementerian dan lembaga pemerintah lokal untuk memastikan kurikulum kami relevan dengan kebutuhan praktis. Mahasiswa kami juga diberikan kesempatan magang di institusi-institusi tersebut,” katanya.
Dr. Indah Permata, M.Pd., Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial, menambahkan bahwa program studinya memiliki fokus khusus pada pemberdayaan masyarakat di wilayah Kendari dan sekitarnya. “Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, mahasiswa kami belajar langsung mengenai tantangan sosial nyata dan mengembangkan solusi inovatif untuk mengatasi masalah-masalah sosial,” jelasnya.
Dampak Jangka Panjang Akreditasi A
Perolehan akreditasi A diharapkan membawa dampak signifikan bagi Universitas Mandala Waluya dan stakeholder terkait. Pertama, dari segi penerimaan mahasiswa, akreditasi A diproyeksikan dapat meningkatkan jumlah pendaftar, terutama dari daerah-daerah lain di Indonesia. Data awal menunjukkan peningkatan 35 persen dalam permohonan pendaftaran untuk tahun akademik 2026-2027 dibandingkan tahun sebelumnya.
Kedua, akreditasi A membuka peluang bagi Universitas Mandala Waluya untuk mengembangkan program pascasarjana. Rektor telah mengumumkan rencana membuka program magister di Fakultas Sosiologi pada tahun akademik 2027-2028.
Ketiga, status akreditasi A diharapkan meningkatkan kepercayaan mitra industri dan institusi pemerintah. Beberapa perusahaan multinasional dan lembaga internasional telah mengungkapkan minat untuk menjalin kerjasama riset dan penempatan lulusan.
Keempat, akreditasi ini memperkuat posisi Universitas Mandala Waluya dalam pengajuan hibah penelitian dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan lembaga-lembaga donor lainnya. Tahun lalu, Universitas berhasil meraih hibah penelitian sebesar 2 miliar rupiah dari kemendikbudristek, dan dengan akreditasi A, target hibah tahun ini ditingkatkan menjadi 5 miliar rupiah.
Rencana Peningkatan Mutu ke Depan
Meskipun telah mencapai akreditasi A, Universitas Mandala Waluya tidak berhenti di sini. Rektor Prof. Dr. Bambang Sutrisno mengumumkan roadmap jangka panjang untuk mencapai status Badan Akreditasi Internasional (BAI) dalam lima tahun ke depan.
“Akreditasi A adalah pencapaian luar biasa, tetapi kami memiliki ambisi lebih besar. Kami ingin menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya diakui secara nasional, tetapi juga internasional. Untuk itu, kami akan terus meningkatkan kualitas penelitian, memperluas jaringan akademik internasional, dan meningkatkan peran universitas dalam pembangunan berkelanjutan,” terang Prof. Dr. Bambang Sutrisno dengan penuh determinasi.
Rencana konkret yang akan dijalankan antara lain: pertama, peningkatan kolaborasi penelitian dengan universitas-universitas top di Asia Tenggara dan dunia; kedua, pengembangan program double degree dengan universitas mitra di luar negeri; ketiga, peningkatan mobilitas mahasiswa dan dosen untuk program pertukaran akademik; dan keempat, penguatan unit penelitian dan pengabdian masyarakat.
Apresiasi dan Ucapan Terima Kasih
Dalam acara pengumumannya, Rektor juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pencapaian ini. “Terima kasih kepada dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan orang tua mahasiswa yang telah mendukung penuh upaya peningkatan mutu ini. Terima kasih juga kepada Lembaga Akreditasi Mandiri yang telah memberikan evaluasi objektif dan konstruktif,” ujar Prof. Dr. Bambang Sutrisno.
Ketua Yayasan Pendidikan Mandala Waluya, Drs. H. Mustafa, M.M., juga hadir dalam acara pengumuman tersebut. Ia menyatakan bahwa pencapaian akreditasi A adalah bukti dari investasi jangka panjang yayasan dalam pengembangan pendidikan berkualitas. “Kami akan terus mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan di universitas ini dengan alokasi dana yang memadai,” ujarnya.
Kesimpulan
Perolehan akreditasi A oleh Fakultas Sosiologi Universitas Mandala Waluya pada 13 April 2026 merupakan tonggak penting dalam sejarah institusi. Pencapaian ini adalah hasil dari komitmen konsisten terhadap peningkatan mutu akademik, inovasi pembelajaran, dan pengembangan sumber daya manusia. Dengan akreditasi A, Universitas Mandala Waluya telah membuktikan bahwa perguruan tinggi swasta di daerah dapat bersaing dengan universitas-universitas di pusat dengan standar kualitas internasional.
Ke depannya, diharapkan akreditasi A ini menjadi fondasi yang kuat bagi Universitas Mandala Waluya untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia berkualitas di Indonesia. Mahasiswa, alumni, dan masyarakat luas dapat yakin bahwa pendidikan di Universitas Mandala Waluya telah memenuhi standar mutu yang ketat dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja modern.
—
Penulis: Tim Jurnalis Kampus Universitas Mandala Waluya
Editor: Kepala Humas Universitas Mandala Waluya